Sunday, September 13, 2009

budaya merokok di kalangan remaja


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dewasa ini, setiap hari yang kita lewati dipenuhi dengan asap. Entah itu asap pembakaran, asap knalpot kendaraan bermotor, asap rokok, dan lain-lain. Selain itu, berbagai bahan kimia berbahaya juga seringkali masuk ke dalam tubuh kita, baik kita sadari maupun tidak. Tidak terkecuali dengan rokok. Pada zaman sekarang, lintingan tembakau ini sudah sangat akrab dengan masyarakat di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, iklan rokok kerap kali menghiasi layar kaca.
Sebagian besar orang Indonesia tentu sudah sering mendengar atau membaca peringatan dari pemerintah yang berbunyi: “Merokok dapat mengakibatkan serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”. Namun, tetap saja banyak orang yang seakan-akan tidak mempedulikan peringatan tersebut.
Tak dapat dipungkiri bahwa industri rokok memang memberikan devisa yang cukup besar bagi negara kita. Cukup sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok seseorang. Padahal, berbagai penyakit berbahaya dan pencemaran yang senantiasa menyertai para perokok aktif maupun pasif juga patut diperhitungkan dewasa ini, yang masih ditambah dengan berbagai pencemaran yang tentunya sudah cukup membuat kita merasa tidak nyaman dan tidak baik bagi kesehatan kita masing-masing.
Rokok, yang mana salah satu pintu gerbang ke dunia narkoba, tidak hanya beresiko pada penyakit dan pencemaran lingkungan. Bebasnya penjualan rokok di Indonesia memberikan kesempatan setiap orang untuk mencoba dan akhirnya terjerumus ke dalam pengaruh rokok. Namun, sulit sekali bagi perokok untuk menghentikan kebiasaan buruknya tersebut. Dibutuhkan kesadaran dan kemauan yang kuat dari perokok itu sendiri di samping dukungan moral dari keluarga, lingkungan sekitar dan pemerintah untuk mengendalikan masalah rokok. Dengan peringkat kelima dunia sebagai negara dengan konsumsi rokok terbesar, yang perlu kita garis bawahi adalah: Bagaimanakah kelanjutan hidup bangsa Indonesia apabila generasi penerusnya hancur hanya karena sebungkus rokok?

1.2 Rumusan Masalah
Salah satu tujuan kami menyusun karya tulis ini adalah untuk memberi informasi tentang kebiasaan merokok pada wanita dan apa akibatnya. Beberapa masalah yang akan kami bahas dalam karya tulis ini, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. faktor yang mendukung wanita untuk merokok
2. penyakit apa saja yang diderita bagi orang yang sering merokok
3. bagaimana cara mengatasinya

1.3 Tujuan Penelitian
Disusunnya karya tulis ini tentunya mempunyai beberapa tujuan dan manfaat tertentu, diantaranya yaitu:
a. memperluas wawasan dan pengetahuan para pembaca mengenai akibat merokok bagi yang mempergunakannya.
b. agar pembaca dapat berhenti untuk melakukan kebiasaan merokok
1.4 Metode dan Teknik Penelitian
Dalam menyusun karya tulis ini, kami menggunakan metode penelitian tentang akibat merokok, yaitu dengan mengumpulkan data-data dari beberapa narasumber yang pernah mengalaminya dan mengetahui beberapa hal akibat merokok. Selain dari narasumber, kami juga mencarinya di internet. 
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarak Rokok
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti pemujaan dewa atau roh. Pada abad 16, ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika (Christopher Colombus), sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Pada abad ke-17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk ke negara-negara Islam.
2.2 Kandungan Racun dalam Rokok
Faktanya, rokok mengandung sekurang-kurangnya 4.000 macam zat kimia yang berbahaya bagi tubuh. Di antara zat kimia tersebut, ada beberapa jenis zat yang bersifat karsinogenik, contohnya tar. Rokok-rokok produksi Indonesia pada umumnya memiliki kandungan tar yang lebih tinggi dibandingkan rokok sejenis dari negara lain, sehingga rokok Indonesia lebih memungkinkan terjadinya penyakit kanker pada perokok. Karena jumlah racun pada rokok yang begitu banyak, racun yang berada dalam sebatang rokok saja baru dapat hilang secara total dari tubuh manusia setelah 6 bulan berikutnya. Hal itu tentu saja sangat mengganggu kesehatan kita.
Secara umum ada tiga macam zat kimia yang sangat membahayakan dan berkonsentrasi tinggi, yaitu:
1.NIKOTIN
Nikotinn adalah jenis zat yang menimbulkan ketergantungan atau ketagihan. Zat ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui asap rokok yang dihisap ketika seseorang sedang merokok. Sifat nikotin terdiri dari sifat kimiawi dan sifat farmakologis. Sifat kimiawi nikotin adalah tidak berwarna, bersifat basa yang mudah menguap sehingga berubah warna menjadi warna coklat dan memberikan bau tembakau bila terkena udara. Sifat farmakologis nikotin ialah merangsang dan meredam terhadap beberapa sistem dalam tubuh. Nikotin dapat menimbulkan depresi, gangguan daya tangkap, alam pikiran, tingkah laku, dan mempengaruhi kecerdasan, serta menyebabkan peningkatan kebutuhan tubuh akan oksigen.
2. TAR
Tar adalah komponen dalam asap rokok yang tinggal sebagai sisa sesudah dihilangkan nikotin dan tetesan-tetesan cairan di mana dalam racun ini terdapat bahan-bahan yang bersifat karsinogenik. Hal inilah yang menyebabkan mengapa tar sangat cepat menyebabkan penyakit kanker.
3. KARBON MONOKSIDA (CO)
Karbon monoksida merupakan gas beracun yang mempunyai daya ikat yang kuat terhadap butir darah merah, padahal seharusnya butir-butir darah merah ini membawa oksigen. Kondisi ini bertolak belakang dengan kondisi yang diakibatkan oleh nikotin. Jika nikotin menyebabkan peningkatan kebutuhan tubuh akan oksigen, karbon monoksida justru mengurangi pemasukan oksigen dalam darah.
Selain ketiga zat kimia di atas, masih banyak lagi zat kimia lainnya yang terkandung pada rokok, antara lain: Acetone (penghapus cat kuku), Naphtylamnine (karsinogenik), Methanol (bahan bakar roket), Pyrene (karsinogenik), Naphtalene (kapur barus), Cadmium (karsinogenik, aki mobil dan batu baterai), Carbon Monoxide (gas dari knalpot kendaraan bermotor), Benzopyrene (karsinogenik),Vinyl Chloride (karsinogenik, bahan plastik PVC), Hydrogen Cyanide (racun untuk hukuman mati), Toluidine, Ammonia (pembersih lantai), Urethane (karsinogenik), Toluene (pelarut industri), Arsenic (racun semut putih), Dibenzacridine (karsinogenik), Phenol, Butane (korek api), Polonium-210 (karsinogenik).
2.3 Kebiasaan Merokok bagi Wanita
Hasil wawancara singkat dengan beberapa perokok wanita (mahasiswi LSPR-Jakarta) menunjukkan bahwa 80% pada umumnya mulai dari rasa penasaran atau ingin coba-coba sehingga menjadi ketagihan merokok, 10% karena bujukan teman dekatnya, 10% faktor lingkungan dan keluarga. Hal ini patut diwaspadai, karena sebagian perokok yang saat ini sudah tua memulai aktivitas merokok pada usia muda. Padahal, semakin muda usia seseorang mulai merokok, semakin tinggi resikonya untuk menjalani berbagai penyakit sebagai akibat dari aktivitas merokoknya tersebut.
Berikut adalah hasil dari metode wawancara pada mahasiswi LSPR untuk penelitain ini.
1). Rike, 19 tahun pertama kali mencoba merokok kelas 3 SMP. Saat itu Rike hanya sekedar ingin coba-coba dan ingin tahu rasanya, akan tetapi setelah sudah merasakan Rike menjadi Addicted/ketagihan. Rike mempunyai niat untuk berhenti, dengan cara mengurangi dari 1 bungkus/-harinya menjadi ½ bungkus/-harinya dan sering makan permen. Menurutnya wanita muda zaman sekarang merokok karena pergaulan dan untuk menyelesaikan masalah .
2). Asha, 19tahun mulai aktif merokok kelas 2 SMP karena coba-coba dan menurutnya menjadi eksis. Ia sudah merasakan efek dari merokok yaitu ketagihan dan batuk-batuk. Ia ungin berhenti tapi susah, maka sekarang ia mengurangi rokokny daru sehari 1 bungkus menjadi maksimal 7 batang sehari. Wanita zaman sekarang menurutnya merokok karena ikut-ikutan teman dan karena ingin gaul .
3). Dita, 19 tahun mulai aktif merokok pada 1 SMA karena iseng dan yang ia rasakan menjadi ketagihan dan selebihnya enak. Belum ada panggilan untuk berhenti.
4). Loly, 22 tahun mulai mencoba merokok kelas 3 SMP karena coba-coba.
5). Ridha, 20 tahun daru umur 12 tahun sudah mulai mencoba merokok karena factor lingkungan yang banyak teman cowok perokok dan ia melihat wanita yang merokok itu berartu cewek rusak walaupun ia sendiripun perokok.
6). Sabilsa, 19 tahun mulai kelas 2 SMP sudah mulai mencoba merokok karena coba-coba. Menurutnya, merokok itu awal dari semua kenakalan.
7). Monica, 19 tahun mulai mencoba merokok semester II di LSPR karena factor lingkungan yang teman-temannya banyak merokok maka ia ikut-ikutan dan terlihat eksis.
8). Desti, 20 tahun mulai mencoba merokok kelas 3 SMP karena coba-coba dan ia sedang mencoba untuk berhenti tetapi masih sebatas di pikiran.
9). Fitri, 20 tahun mulai merokok kelas 1 SMA dan ua merasa enjoy merokok dan belum ada niat untuk berhenti.
10). Rifka, 19 tahun mulai mencoba merokok pada saat duduk di bangku SMA karena coba-coba dan belum ada niat untuk berhenti.

2.4 Bahaya Merokok bagi Wanita
1.Merokok Tingkatkan Resiko Stroke pada Wanita Muda
Penelitian menilai resiko stroke pada wanita berusia 15-49 tahun yang merokok. Dewasa ini para perokok memiliki kemungkinan terkena stroke 2,6 kali dibanding wanita yang tidak pernah merokok, kata para peneliti yang dipimpin oleh Dr. John Cole dari University of Maryland School of Medicine di Baltimore. Sebagai contoh, wanita yang merokok 21-39 batang rokok per hari mempunyai resiko stroke 4,3 kali lebih tinggi dibanding mereka yang bukan perokok, sementara mereka yang menghabiskan paling tidak 2 bungkus rokok sehari (40 batang) mempu-nyai resiko stroke 9,1 kali dibanding mereka yang bukan perokok.
2.Merokok Naikkan Risiko Kanker Paru pada Wanita
Merokok secara dramatis meningkatkan risiko kepada wanita menderita kanker payudara dan ketika mencapai tingkat tertentu berkembang menjadi kanker paru. Radiasi setelah mastectomy dapat berpeluang berkembang menjadi kanker paru pada pasien kanker payudara, Dr Elizabeth L Kaufman beserta rekan-rekannya dari Columbia University di New York .
3.Menopause Dini
Perempuan yang merokok sangat mungkin untuk mulai memasuki masa menopause sebelum usia 45 tahun dan juga membuat mereka menghadapi resiko osteoporosis dan serangan jantung, demikian laporan beberapa peneliti Norwegia. "Di antara sebanyak 2.123 perempuan yang berusia 59 sampai 60 tahun, mereka yang saat ini merokok, 59% lebih mungkin mengalami menopause dini dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok," kata Dr. Thea F. Mikkelsen dari University of Oslo. Ada bukti bahwa merokok belakangan dalam kehidupan membuat seorang perempuan lebih mungkin untuk mengalami menopause dini, sedangkan perokok yang berhenti sebelum berusia setengah baya mungkin tak terpengaruh, kata Mikkelsen dan timnya di dalam jurnal Online, BMC Public Health.
4.Membahayakan Janin
KARBONMONOKSIDA yang terdapat dalam aliran darah wanita perokok dapat membuat pembuluh darah di Plasenta ( ari - ari ) mengecil, sehingga Oksigen & Zat2 makanan yang mencapai janin akan berkurang, yang mana akhirnya dapat mengganggu pertumbuhan janin itu sendiri & mengakibatkan bayi dilahirkan dengan berat badan kurang, sehingga harus di rawat dulu di unit perawatan khusus untuk bayi yang baru lahir.

2.5 Kiat untuk Berhenti Merokok
Keputusan untuk stop merokok merupakan pilihan yang tepat. Mungkin Anda telah mencoba untuk berhenti sebelumnya dan belum berhasil. Banyak alasan bagi para perokok untuk berhenti merokok. Ada beberapa cara untuk berhenti merokok, antara lain:
1. Harus ada kemauan yang kuat untuk berhenti merokok.
2. Pilih satu hari untuk mulai berhenti merokok, dan pilih lagi keesokan harinya, dan seterusnya sampai bisa berhenti merokok.
3. Sadarilah bahwa saat mulai berhenti merokok si perokok akan merasa marah, terganggu, dan ingin sekali merokok. Itu adalah efek dari nikotin, rasa ketagihan. Bersikaplah cuek terhadap godaan tersebut, dan ingatlah terus motivasi untuk berhenti merokok.
4. Sibukkan diri dengan berbagai aktivitas positif sehingga tidak ada lagi waktu untuk memikirkan rokok.
5. Mengunyah permen karet atau mengemut permen supaya mulut sibuk dengan mengunyah dan mengemut sehingga tidak bisa merokok pada saat yang bersamaan.
6. Menghindarihal-hal yang mengingatkan kepada rokok seperti pergaulan dengan sesame perokok, dan dekatilah orang-orang seperjuangan dalam menghentikan aktivitas merokoknya
7.VARENICLINE adalah juga sebuah solusi bagi Anda yang ingin stop merokok dan hanya bisa didapatkan dengan resep dari dokter. Produk ini ditujukan bagi orang dewasa. VARENICLINE tidak dianjurkan untuk usia dibawah 18 tahun, wanita hamil dan menyusui serta digunakan bersamaan dengan produk stop merokok lainnya karena belum ada penelitian lebih lanjut. VARENICLINE harus dikonsumsi selama 12 minggu. Konsultasilah dengan dokter untuk mengetahui apakah VARENICLINE tepat dan aman bagi Anda.
 -------------------------------------------------------------------------------------------
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bedasarkan kesimpulan kami ada berbagai faktor yang mendorong wanita untuk melakukan kebiasaan merokok, sebagai berikut:
1. Pengaruh orangtua.
Salah satu temuan tentang teman-teman kita yang sudah menjadi perokok, mereka berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia. Orangtuanya tidak begitu memerhatikan dan sering memberikan hukuman fisik yang keras. Yang paling kuat pengaruhnya adalah, bila orangtua sendiri perokok berat, anak-anaknya mungkin sekali untuk mencontohnya.
2. Pengaruh teman.
Berbagai fakta mengungkapkan, makin banyak teman-teman kita yang sudah pada merokok, makin besar kemungkinan kita jadi perokok juga.
3. Faktor kepribadian.
Anak muda zaman sekarang umumnya mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan, gaya agar terlihat lebih keren dan gaul. Namun, satu sifat kepribadian yang bersifat hanya mencoba-coba pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) seperti ini justru mengarahkan kepada hal-hal yang negatif.
4. Pengaruh iklan.
Melihat iklan di media cetak dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau sering kali membuat seseorang terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut.
3.2 Saran
Kelompok  kami menyarankan agar bagi wanita yang merokok pada saat ini dapat berkemauan untuk berhenti merokok, karena sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh kita sendiri. Dalam hal ini, Pemerintah juga harus tegas dalam memberikan perundangan maupun peraturan dalam masalah rokok, dan menyelenggarakan  penyuluhan tentang bahaya merokok di kalangan remaja dan masyarakat luas khusus nya bagi kaum wanita.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment